Guruku tersayang, bolehkah aku meramu puisi untukmu?
Bolehkah aku menulis aksara tentangmu?
Izinkan aku melukis sebuah arti perjuanganmu
Karena bahwasannya kaulah mentari yang setia menyinari bumi hingga terang
Tak pernah kau pikirkan apa balasanku nanti
Entah rasa kecewa kah?
Amarahkah?
Sedihkah?
Entahlah……
Engkau bagai penyair yang romantis meramu kata
Demi kata untuk membuatku paham arti perjuangan
Engkau adalah seorang hamik yang bijak akan segala perkaraku
Kau mendamaikan aku dengan huruf
Dan lihat! Kini aku berkawan dengan angka
Kini aku akan selalu merenung sambil terisak di setiap malamku
Kini impianku penuh dengan warna
Bukan hanya sebatas mimpi


Wahai embun penyejuk
Biarlah saat ini bumi dan langit yang mendengar dan menjdai saksi
Bahwa aku tunduk kepadamu atas segala kebaikanmu
Hormatku menjadi muridmu
Terima kasih guruku
Jakarta, 25 November 2019
“Miralda Graciana M.”
Recent Comments