Selasa, (17/08) Kompleks Strada Cengkareng mengadakan upacara HUT RI ke-76. Pelaksanaan upacara ini masih sama seperti tahun lalu, yakni dengan proses perekaman. Hal tersebut dilakukan untuk lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan para guru dan karyawan Strada Cengkareng karena pandemi Covid-19 yang masih melanda. Upacara Kemerdekaan RI pada tahun ini hanya dihadiri oleh beberapa guru dan karyawan dari unit TK Dewi Sartika II, SD Bina Mulia I, dan SMP Strada pelita II. Para guru dan karyawan yang bertugas dalam upacara HUT RI ini menggunakan busana adat. Tujuannya adalah untuk menunjukkan keberagaman Indonesia.

Perayaan HUT RI ke-76 merupakan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang telah menjadi salah satu perayaan yang sangat istimewa khususnya bagi rakyat Indonesia setiap tahunnya. Kita sebagai generasi penerus bangsa tentunya harus mengisi hari kemerdekaan tersebut dengan melakukan hal-hal yang positif dan dapat menumbuhkan kecintaan serta semangat nasionalisme. Tahun ini kita menghadapi situasi yang sangat sulit dan menghambat segala aktivitas. Walaupun situasinya demikian, kita tidak seharusnya menjadikan pandemi ini sebagai penghalang dalam memperingati HUT RI ke-76. Oleh karena itu, kompleks Strada Cengkareng menggunakan channel Youtube untuk live streaming pelaksanaan upacara HUT RI.

Pelaksanaan upacara ini bukan hanya semata-mata untuk sebuah kewajiban tetapi juga merupakan kesadaran pribadi untuk mendorong rasa bangga terhadap bangsa dan tanah air, dan mengenang jasa para pahlawan yang telah rela gugur demi memperjuangkan kemerdekaan. Pembina dalam upacara HUT RI ke-76 ini adalah Ibu Heni Darwati (kepala sekolah SMP Strada Pelita II).

“ Kita harus lebih banyak bersyukur dan mengapresiasi 75 tahun yang telah dilalui. Mari kita mengisi kemerdekaan ini dengan lebih baik lagi menjadikan indonesia yang tumbuh dan indonesia yang tangguh, berterima kasih kepada para pahlawan kita terutama di masa pandemi ini. Para pahlawan yang telah membantu di masa pandemi ini, khususnya para nakes dan  anak-anak yang telah berjuang belajar di rumah,” kata beliau dalam amanatnya.

Sejarah Singkat Kemerdekaan RI

Belanda menguasai Indonesia selama kurang lebih 350 tahun. Hingga akhirnya Jepang masuk ke Indonesia dan menyerang Belanda hingga menyerah tanpa syarat. Pemerintahan Jepang berakhir setelah 3,5 tahun menjajah dan berakhir ketika tentara sekutu kalah pada Perang Dunia II. Selain itu dua kota di Jepang Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh tentara sekutu. Mengetahui Jepang kalah, kemudian dibentuk badan BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Cosakai yang diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat. Setelah mendengar kekalahan Jepang pada 14 Agustus 1945, golongan muda mendesak agar golongan tua cepat melakukan proklamasi kemerdekaan.

Dalam sejarah Indonesia proses kemerdekaan, terjadi peristiwa Rengasdengklok yakni peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta oleh golongan muda untuk mempercepat pelaksanaan proklamasi. Setelah kembali ke Jakarta, Soekarno dan Hatta mulai menyusun teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda dan dibantu oleh Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarno, B.M, Diah, Sudiro dan Sayuti Melik.

Teks proklamasi pun akhirnya dibacakan pada 17 Agustus 1945. Sejarah Indonesia setelah merdeka ialah mengesahkan dan menetapkan Undang-undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia yang akhirnya dikenal masyarakat sebagai UUD 1945.

Semoga perayaan HUT RI ke 76 ini dapat memotivasi para  siswa agar lebih memiliki  semangat nasionalisme yang tinggi, menumbuhkan rasa peduli dan hubungan yang baik serta mempererat solidaritas antarsiswa di tengah pandemi yang sedang berlangsung. Mari kita bersatu memberantas Covid-19 ini dengan selalu menaati protokol kesehatan.

#Jagakesehatan#Indonesiatumbuh#Indonesiatangguh

Sebarkan artikel ini